BANGKALAN, ungkapjatim.com — Wakil Kepala Bidang (Wakabid) Koperasi DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyatakan dukungannya terhadap masuk dan berkembangnya industri di Kabupaten Bangkalan. Industrialisasi dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat perekonomian daerah, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, industrialisasi di Bangkalan harus ditempatkan dalam kerangka Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Masuknya industri tidak semata-mata berbicara mengenai investasi, tetapi juga harus mampu memperkuat ekonomi rakyat dan memberikan manfaat bagi masyarakat daerah.
“Kami mendukung masuknya industri di Bangkalan sebagai bagian dari semangat Trisakti Bung Karno, khususnya dalam membangun ekonomi yang berdikari. Industrialisasi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta membuka ruang yang luas bagi anak muda Bangkalan untuk terlibat aktif dalam pembangunan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi bagian penting dari proses industrialisasi. Anak muda Bangkalan perlu mendapatkan kesempatan melalui peningkatan keterampilan, pendidikan vokasi, kesempatan kerja, kewirausahaan, serta keterlibatan dalam koperasi dan UMKM.
“Industrialisasi di Bangkalan harus mampu menggandeng anak muda sebagai pelaku pembangunan ekonomi daerah, baik sebagai tenaga profesional, pelaku usaha, inovator, maupun penggerak koperasi dan UMKM. Dengan begitu, pertumbuhan industri dapat berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan generasi muda,” tegasnya.
Di sisi lain, pembangunan industri harus tetap memperhatikan kearifan lokal, budaya, lingkungan, dan karakter masyarakat Bangkalan. Kemajuan ekonomi harus berjalan seimbang dengan upaya menjaga identitas dan nilai-nilai lokal yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
“Kita ingin Bangkalan maju secara industri, berdikari secara ekonomi, memberikan ruang bagi anak muda, tetapi tetap berkepribadian dalam kebudayaan. Industrialisasi dan kearifan lokal harus berjalan beriringan,” pungkasnya.
DPP GMNI berharap masuknya industri di Bangkalan dapat menjadi kekuatan baru bagi ekonomi rakyat, menciptakan kesempatan kerja, memperkuat koperasi dan UMKM, serta membuka masa depan yang lebih baik bagi generasi muda tanpa meninggalkan jati diri dan kearifan lokal masyarakat Bangkalan.
Bangkalan maju industrinya, berdaya anak mudanya, berdikari ekonomi rakyatnya, dan tetap lestari kearifan lokalnya.

Tinggalkan Balasan