Mahasiswa KKNT UTM Gandeng SMA Tunas Harapan perkuat Kesejahteraan Psikologis Siswa melalui Pelatihan Peer Counsellor

Sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang lebih suportif bagi siswa. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) melaksanakan kegiatan pelatihan peer counsellor atau konselor sebaya di Sekolah Menengah Atas (SMA) Tunas Harapan pada Rabu, (30/9/2026) hingga akhir Desember 2026 . Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian program setelah pelaksanaan sosialisasi coping stress dengan tema “COPING SEHAT”. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk mengatasi tekanan akademik dan non-akademik yang berpotensi mengganggu kesejahteraan psikologis siswa

Kegiatan peer counsellor KKNT Mahasiswa UTM menyasar delapan orang siswa, terdiri atas siswa reguler dan anggota OSIS yang berisikan enam orang siswa Perempuan dan dua orang siswa laki-laki.
Sebagian besar siswa yang mengalami masalah cenderung lebih dulu bercerita kepada teman dekat, dan teman kelas dibandingkan langsung mendatangi konselor profesional. Tetapi, kemampuan mendengarkan yang tepat tidak selalu dimiliki oleh teman yang diajak bercerita.
Respons yang diberikan kerap kali menghakimi, terburu-buru memberikan solusi, atau justru mengalihkan pembicaraan ke pengalaman pribadi si pendengar.
Merespon hal tersebut, mahasiswa KKNT UTM dan dosen pembimbing lapangan Wasis Purwo Wibowo, S. Psi., M.Si melakukan pelatihan guna melatih siswa untuk menjadi peer counsellor yang dilaksanakan pada hari Rabu 30 September 2026 di ruangan aula SMA Tunas Harapan.
Alfina Tri Agustin, pemateri dari anggota KKNT UTM memaparkan materi terkait peer counselling selama kegiatan pendamping sebaya, siswa dibekali keterampilan dasar mendengarkan dan konseling, sehingga mampu memberikan dukungan kepada teman-teman sebayanya sehingga dapat menjadi wadah cerita bagi siswa yang membutuhkan pendengar.
Mahasiswi yang akrab disapa Alfina itu juga menyampaikan, adanya konseling sebaya tentunya akan membuat siswa menjadi lebih nyaman dan leluasa dalam menyampaikan pernyataannya.
“Tidak bisa dipungkiri rata-rata dari kita pasti lebih merasa nyaman dan percaya untuk bercerita kepada sesama teman, dibandingkan ke guru maupun orang tua,” sampainya, “Teman tadi diharapkan bisa menjaga cerita kita dan mampu memberikan respon yang baik nantinya,” Tambahnya.
Pelaksanaan acara ini juga membekali peserta dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan sebagai konselor sebaya, mulai dari bagaimana cara menjadi pendengar yang aktif, menunjukkan sifat empati, memahami perasaan teman, menjaga kerahasiaan, hingga membantu teman mengenali permasalahan dan menemukan alternatif penyelesaian melalui simulasi yang diikuti oleh seluruh peserta pelatihan.
Acara yang diadakan Mahasiswa KKNT UTM ini juga membekali peserta tentang batasan peran konselor sebaya, sehingga tidak mengambil alih peran konselor atau tenaga profesional apabila permasalahan yang dihadapi membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Mahasiswa Psikologi angkatan 2023 itu menyampaikan, dengan adanya program Teman Cerita, siswa dilatih untuk menjadi pribadi yang memiliki keterampilan dasar untuk menjadi wadah dukungan sebaya yang membantu memperoleh ruang yang aman untuk berbagi pengalaman dan mencari bantuan ketika menghadapi tekanan akademik maupun permasalahan pribadi.
Pihaknya juga berharap, kegiatan lanjutan KKNT UTM ini dapat menjadi pendorong terciptanya lingkungan sekolah yang peduli, terbuka, dan saling mendukung.
“Dengan keterampilan yang telah diperoleh melalui pelatihan peer counsellor, para peserta diharapkan dapat berperan sebagai bagian dari lingkungan sebaya yang mampu memberikan dukungan positif bagi teman-temannya di sekolah”Tutupnya Rabu, (30/9/2026) (Mk*)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *