HIMABA KECAM AKSI PENOLAKAN INVESTOR OLEH OKNUM ORMAS: “JANGAN SANDERA MASA DEPAN EKONOMI BANGKALAN”

Himpunan Mahasiswa Bangkalan (HIMABA) angkat bicara secara tegas menanggapi dinamika penolakan masuknya investor ke Kabupaten Bangkalan yang belakangan ini digulirkan oleh sejumlah oknum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Sebagai representasi kaum intelektual muda, HIMABA menyatakan dukungan penuh terhadap masuknya investasi demi memutus mata rantai pengangguran dan kemiskinan di tanah kelahiran kita.

Ketua Umum HIMABA, Muhammad Amin Ma’mun menegaskan bahwa penolakan terhadap investasi tanpa kajian objektif dan rasional merupakan langkah mundur yang merugikan ratusan ribu warga Bangkalan. Di tengah ketatnya persaingan ekonomi antar-daerah di Jawa Timur, Bangkalan dinilai tidak boleh menutup diri dan terjebak dalam ego sektoral kelompok tertentu.

“Kami sangat menyayangkan adanya riak-riak penolakan dari segelintir pihak. Pemuda dan masyarakat Bangkalan hari ini butuh kepastian masa depan, butuh lapangan kerja yang luas, dan butuh pertumbuhan ekonomi yang nyata,” Sampainya pada Tim Media Upngkapjatim.com, Senin, (17/08/2026).
“Menakut-nakuti investor sama saja dengan merampas hak-hak ekonomi masyarakat yang ingin sejahtera,” Tambahnya.

HIMABA mengingatkan semua pihak bahwa fungsi kontrol sosial yang dimiliki oleh ormas seharusnya bersifat konstruktif, bukan justru menutup ruang gerak pembangunan daerah. Pintu investasi harus dibuka lebar dengan pengawasan yang ketat dan transparan.
HIMABA juga mengajak seluruh elemen tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat luas untuk bersatu padu mewujudkan Kabupaten Bangkalan sebagai daerah yang ramah investasi.

Mahasiswa yang kerap disapa Imunk itu juga mengatakan bahwa hari ini pilihannya hanya ada dua, yaitu ikut berlari mengejar ketertinggalan atau tetap diam menjadi penonton di tengah laju modernisasi.

“Bagi kami, masa depan pemuda dan kesejahteraan rakyat Bangkalan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar oleh kepentingan kelompok mana pun,” Tutupnya (Mk*)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *