MAHASISWA UNIVERSITAS TRUNODJOYO MADURA MENGEMBANGKAN INOVASI BARU SISTEM PENDINGIN CEPAT DAN HIGIENIS UNTUK KEAMANAN PANGAN PADA PROGAM MBG

BANGKALAN, ungkapjatim.com — Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) dari Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) berhasil mengembangkan sebuah inovasi bernama Vacsafe, sebuah alat pendingin makanan yang dirancang khusus untuk mendukung keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi ini digagas oleh tim yang beranggotakan lima mahasiswa.

Vacsafe lahir dari keresahan tim terhadap maraknya kasus keracunan makanan yang terjadi di
lapangan, khususnya pada program distribusi makanan bergizi berskala besar seperti MBG. Salah satu penyebab utamanya adalah kontaminasi silang, yaitu kondisi di mana makanan yang telah dimasak sesuai standar operasional prosedur (SOP) justru dibiarkan dalam keadaan panas di ruang terbuka dalam waktu yang cukup lama sebelum didistribusikan. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan meningkatkan risiko keracunan makanan pada penerima manfaat, yang sebagian besar adalah anak-anak sekolah.

Melihat permasalahan tersebut, tim PKM-KC UTM tergerak untuk merancang sebuah solusi teknologi tepat guna. Vacsafe dikembangkan sebagai alat pendingin makanan yang mampu menjaga suhu makanan pasca-masak agar tetap berada pada rentang aman, sehingga risiko kontaminasi silang dapat ditekan secara signifikan sebelum makanan sampai ke tangan penerima.

“Kami melihat ada celah yang belum banyak disentuh dalam rantai distribusi program MBG, yaitu bagaimana menjaga keamanan makanan setelah proses memasak selesai hingga makanan benar- benar sampai dan siap dikonsumsi,” Tuturnya, Ro’yal Dzunnurain A, Ketua Tim PKM-KC VACSAFE.

Ro’yal juga menyampaikan, Inovasi Sistem VACSZFE ini dirancang dengan pendekatan teknologi tepat guna yang memungkinkan proses pendinginan kondisi pangan dilakukan secara lebih terukur, sistematis, dan efisien, Penerapan VACSAFE diharapkan mampu meningkatkan efektivitas keamanan pangan dapur penyedia MBG, sehingga dapat meminimalkan potensi pangan tidak layak konsumsi dan menekan risiko terjadinya kasus keracunan makanan.

Tim PKM-KC VACSAFE dari Universitas Trunodjoyo Madura, menilai bahwa, pelaksanaan program makanan bergizi gratis (MBG) masih kurang memperhatikan keamanan pangan sehingga munculnya kasus keracunan yang di alami sejumlah siswa dan Siswi di berbagi wilayah

“Keamanan pangan tidak cukup hanya dilihat dari makanan yang bergizi, tetapi juga bagaimana makanan tersebut diproses, disimpan, dan dipertahankan kualitasnya hingga sampai kepada siswa. Melalui VACSAFE, kami menghadirkan sistem pendingin cepat dan higienis yang dirancang untuk membantu menurunkan suhu makanan secara lebih cepat dan terkontrol, sehingga dapat meminimalkan risiko pertumbuhan mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan keracunan pangan.” Ujar salah satu anggota VACSAFE

Rancang bangun sistem VACSAFE terdiri atas chamber dimensi 30 x 20 cm, box panel sebagai pusat pengaturan dan kontrol suhu, sirkulasi udat, serta pompa vakum sebagai sistem Penghisap udara panas, dengan mekanisme kerja memasukan makanan ke dalam chamber, kemudian box panel diaktifkan dan diatur pada suhu 30°C, selanjutnya pompa vakum bekerja untuk menyedot udara panas dari dalam chamber hingga suhu mencapai 30°C, kemudian pompa vakum berhenti secara otomatis, proses pendinginan berlangsung lebih cepat dan efisien. Ke depan, tim PKM-KC VACSAFE berencana untuk terus menyempurnakan alat ini serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari kalangan akademisi, pemerintah, maupun mitra industri, guna mempercepat proses uji coba dan implementasi VACSAFE di lapangan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *