BANGKALAN – Potensi komoditas daun kelor di Madura kini memiliki nilai ekonomi baru melalui hadirnya Es Mori, inovasi produk es loli berbasis pangan lokal yang digagas oleh lima mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Dipelopori oleh Nawfal Faiz Abyaz, Alifah, Qurrotul Uyun, Helda Ayu Alifia Agustin, dan Muhammad Hendrik Alfiyan, lini usaha ini dikembangkan melalui program PKM-K guna menangkap peluang pasar olahan sehat yang terus berkembang.
Untuk memperkuat legalitas dan keberlanjutan bisnisnya, produk ini dinaungi oleh badan usaha PT MORIGIZI KARYA NUSANTARA sebagai wadah komersialisasi dan pembinaan usaha.
Pemanfaatan Komoditas Lokal dan Penetapan Segmen Pasar
Daun kelor selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi produk konsumsi bernilai jual tinggi. Melalui proses formulasi khusus dengan paduan susu UHT dan gula aren, tim Es Mori berhasil mentransformasi citra kelor menjadi produk gaya hidup sehat yang diminati anak-anak hingga orang tua.
Keunggulan kandungan gizi alami kelor dijadikan sebagai unique selling point (USP) utama untuk bersaing di industri makanan dan minuman (food & beverage).
“Selama ini, daun kelor masih sering dianggap sebagai bahan yang biasa, padahal kandungan gizinya sangat tinggi. Lewat Es Mori, kami ingin menunjukkan bahwa bahan lokal Madura juga bisa diolah menjadi produk yang tidak hanya menarik, tetapi juga bernilai gizi tinggi. Tentunya, produk ini disesuaikan agar dapat diterima di berbagai kalangan, khususnya balita,” ujar Alifah, salah satu anggota Tim PKM-K UTM.
Strategi Operasional, Quality Control, dan Kanal Pemasaran
Sistem operasional usaha dijalankan dengan pembagian peran yang terukur, mencakup tim produksi, pengawasan mutu (quality control), pemasaran digital, hingga manajemen keuangan. Pengendalian kualitas dilakukan pada setiap tahap produksi, mulai dari pengujian rasa, warna, tekstur, hingga ketahanan kemasan untuk menjaga standar produk di pasar.
Dari sisi pemasaran, bisnis ini menerapkan strategi penetrasi pasar berbasis komunitas dan digital:
Kanal Langsung (Direct B2C): Edukasi dan kemitraan dengan jaringan Posyandu, PAUD, serta TK untuk menggaet konsumen potensial langsung.
Kanal Digital: Pemanfaatan sistem Pre-Order via WhatsApp Business serta kampanye merek melalui Instagram dan TikTok.
Langkah hilirisasi daun kelor melalui Es Mori ini diharapkan mampu membuka peluang bisnis berkelanjutan berbasis potensi lokal yang kompetitif di skala nasional.
Nikmati kesegaran es mori sehat tanpa bahan pengawet buat menemani harimu! ✨
📍 Khusus Wilayah Bangkalan
Yuk, langsung pesen sebelum kehabisan!
📩 Pemesanan:
📲 WhatsApp: +62 877-3682-3546
📸 Instagram: @pkmk.morigizi

Tinggalkan Balasan