Buntut Kemenag lantik Muzakki sebagai rektor UINSA: Demo tak kunjung Usa

SURABAYA, Ungkapjatim.com – Gelombang protes civitas akademika Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pascapelantikan Muzakki sebagai Rektor oleh Kementerian Agama (Kemenag) kian memanas. Demonstrasi yang berlangsung secara berjilid-jilid dan tak kunjung usai sejak Rabu 16 September, kini berdampak langsung pada kelangsungan aktivitas akademik dan perkuliahan di lingkungan kampus.
Pada Senin (21/9/2026), suasana di area kampus UINSA tampak lengang dari aktivitas tatap muka. Langkah penutupan sementara fasilitas perkuliahan terpaksa diambil untuk mengantisipasi meluasnya eskalasi aksi massa yang terus menyuarakan penolakan terhadap kepemimpinan rektor baru tersebut.
Salman, seorang mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UINSA, membenarkan bahwa seluruh kegiatan belajar-mengajar pada hari ini dialihkan sepenuhnya ke media digital. Penutupan gedung fakultas dipastikan sebagai langkah pencegahan dari pihak kampus.
“Hari ini (Senin, 21 September 2026) semua perkuliahan dialihkan ke daring, fakultas tutup sementara,” ungkap Salman saat dikonfirmasi mengenai kondisi terkini di area kampus.
Meski aksi demonstrasi menuntut pengkajian ulang kepemimpinan kampus ini memicu perubahan skema perkuliahan, solidaritas antar-civitas akademika dinilai tetap terjaga. Menurut Salman, aksi perjuangan mahasiswa ini tidak berjalan sendiri, melainkan mendapat dukungan moral yang signifikan dari para tenaga pengajar.
“Dosen-dosen sejauh ini memberikan respons yang sangat positif dan respek terhadap tindakan mahasiswa yang menggelar demo,” tambah Salman menuturkan suasana kebatinan di tingkat pengajar.
Dampak pengalihan sistem pembelajaran ini dirasakan langsung pada berbagai program akademik rutin, termasuk program intensif kebahasaan yang biasanya digelar pada pagi hari. Lukman Hakim, salah satu tutor Bahasa Arab di UINSA, mengonfirmasi perubahan moda pembelajaran yang mendadak ini.
“Perkuliahan bergeser ke sistem daring/online,” ujar Lukman Hakim. Padahal, perkuliahan Bahasa Arab tersebut secara reguler berlangsung secara tatap muka (offline) di ruang-ruang kelas pada slot waktu utama pagi hari, yakni pukul 06.00 hingga 07.40 WIB.
Eskalasi aksi protes ini tampaknya diproyeksikan bakal berlangsung lebih lama dan melibatkan basis massa yang jauh lebih besar. Berdasarkan pantauan pada akun Instagram resmi Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UINSA, terpasang pamflet ajakan aksi terbuka yang menyerukan konsolidasi total bagi seluruh keluarga besar kampus.
Seruan aksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada kelompok mahasiswa semata, melainkan mengundang seluruh pilar civitas akademika UINSA untuk turun ke jalan. Mulai dari elemen dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga jajaran Guru Besar diimbau untuk menyatukan barisan dalam menyampaikan aspirasi menolak hasil pelantikan oleh Kemenag tersebut.
Penolakan massa yang terus membara ini mengindikasikan krisis kepercayaan yang mendalam terhadap proses penetapan kepemimpinan baru di UINSA. Hingga berita ini diturunkan, konsolidasi antar-elemen kampus masih terus berlangsung, sementara kepastian kapan perkuliahan tatap muka kembali dibuka secara normal masih menunggu perkembangan situasi keamanan di area kampus.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *