DARI JAGUNG UNTUK GENERASI SEHAT: MAHASISWA UTM EDUKASI ANAK DESA KELEYAN TENTANG GIZI DAN BAHAYA FAST FOOD

BANGKALAN, Ungkapjatim.com — Mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Senin, (28/8/2026) – Selasa, (29/8/2026) di TK Dharma Wanita Persatuan 01 Keleyan dan UPTD SDN Keleyan 2, Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan bertujuan untuk mengajak anak-anak mengenal bahaya konsumsi fast food secara berlebihan dan kandungan gizi, serta manfaat jagung sebagai salah satu potensi pangan lokal.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berjalan dengan sukses. Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UTM dijalankan oleh mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bernama Muaddin, Karisma, Mahrus Ali, Putri, Jaza Nanda, dan Qorina.

Kegiatan itu didampingi langsung oleh Dosen FKIP UTM, Fajar Luqman Tri Ariyanto, S.Pd., M.Pd., Dwi Bagus Rendy Astid Putera, S.Pd., M.Pd., dan Dya Qurotul A’yun, S.Pd., M.Pd.

Dalam Program Pengabdian ini, Jagung dipilih karena melihat potensi pangan lokal yang cukup besar di Desa Keleyan. Mahasiswa tidak hanya memperkenalkan jagung sebagai hasil pertanian, tetapi juga menunjukkan bahwa bahan pangan itu dapat dikembangkan menjadi berbagai makanan yang menarik dan menjadi alternatif dari makanan cepat saji.

“Gerakan kembali ke real food harus dimulai sejak dini bukan untuk melarang anak menikmati fast food, tetapi untuk memastikan makanan sehat menjadi pilihan yang paling mudah, paling dekat, dan paling biasa bagi mereka. Padahal, bahan pangan lokal yang sederhana bisa diolah menjadi makanan yang menarik bagi anak,” Ujar Fajar Luqman Tri Ariyanto. “Jagung misalnya, tidak harus hanya direbus, tetapi juga bisa diolah menjadi puding jagung, perkedel jagung, Jagung Susu Keju (Jasuke) dengan bahan yang lebih sehat, bubur jagung, atau berbagai kudapan sederhana lainnya” Tambahnya.
Dosen FKIP UTM itu juga meyatakan, bahwa selain Jagung, juga terdapat ubi, singkong, pisang, telur, ikan, sayuran, dan buah-buahan yang sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita.

“Jadi, kembali ke real food bukan berarti kita harus kembali pada makanan yang kuno atau tidak menarik. Justru tantangannya adalah bagaimana bahan pangan yang segar dan lokal kita olah menjadi makanan yang sehat, menarik, enak, dan disukai anak,” Jelasnya “Sehingga, anak tidak hanya dikenalkan pada makanan sehat, tetapi juga belajar menghargai pangan lokal sejak usia dini,” Tambahnya Kamis, (3/9/2026).

Sementara itu, Muaddin, Mahasiswa yang menjalankan Pemberdayaan Masyarakat juga manyatakan, bahwa Pentingnya edukasi bahaya makanan fastfood pada anak Usia Pra sekolah dan Usia sekolah sangat perlu dan dibutuhkan.
“Keseringan mengkonsumsi makanan fastfood akan beresiko penyakit obesitas sejak dini, dan hal ini sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak” Sampainya.

Mahasiswa FKIP UTM itu juga berharap, bahwa kesadaran mengenai gizi, pola makan sehat, dan pemanfaatan pangan lokal harus ditanamkan sejak dini.

“Dari Desa Keleyan, jagung menjadi bagian dari langkah sederhana untuk mendorong lahirnya generasi yang lebih sehat dan peduli terhadap pangan lokal,”Tutupnya, Kamis, (3/9/2026) (Mk*).

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *